Current Issue
Articles
-
Menanam Harapan: Revitalisasi Pulau Kecil Nusa Tenggara Barat melalui Kebun Buah Tangguh Iklim
Bambang Budi Santoso Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram IndonesiaPulau-pulau kecil di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim, keterbatasan air, degradasi tanah, serta kerentanan terhadap bencana alam. Kondisi ini menurunkan produktivitas lahan dan memperlemah ketahanan pangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi revitalisasi pulau kecil melalui pengembangan kebun buah tangguh iklim yang berbasis pada varietas lokal adaptif dan pendekatan agroekologi. Metode penelitian menggunakan kajian deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder, pemetaan zonasi agroekologi, serta studi kasus Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun buah tangguh iklim mampu meningkatkan tutupan vegetasi, memperbaiki kesuburan tanah, serta menyediakan sumber pangan bergizi dan pendapatan tambahan bagi masyarakat. Selain itu, kebun buah berpotensi dikembangkan sebagai agrowisata edukatif dan UMKM berbasis olahan buah. Temuan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land). Kesimpulannya, kebun buah tangguh iklim dapat menjadi simbol “menanam harapan” bagi masa depan pulau kecil NTB yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Pages: 1-8Views: 74 Downloads: 54Ketersediaan Nitrogen dan Fosfor Serta Respon Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa) Yang Diberi Biochar dan Pupuk Kandang di Tanah Berpasir
Devi Alfina Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram Indonesia , Sukartono Sukartono Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram Indonesia , Lolita Endang Susilowati Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh biochar dan pupuk kandang terhadap ketersediaan nitrogen (N) dan fosfor (P) di tanah berpasir serta respons pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa). Percobaan dilaksanakan di rumah kaca dan laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Mataram menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan: B0 (kontrol), B1 (biochar 10 ton/ha), B2 (pupuk kandang 10 ton/ha), B3 (biochar 10 ton/ha + pupuk kandang 10 ton/ha), B4 (biochar 5 ton/ha + pupuk kandang 5 ton/ha), B5 (biochar 10 ton/ha + pupuk kandang 5 ton/ha), dan B6 (biochar 5 ton/ha + pupuk kandang 10 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar dan pupuk kandang, baik tunggal maupun kombinasi, berpengaruh nyata terhadap peningkatan N dan P tanah. Serapan N tertinggi ditemukan pada perlakuan B5 (16,42 mg/tanaman), sedangkan serapan P tertinggi pada perlakuan B3 (8,13 mg/tanaman). Pertumbuhan tanaman terbaik, ditunjukkan oleh bobot brangkasan basah dan kering tertinggi, juga dicapai pada perlakuan B5. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi biochar dan pupuk kandang dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesuburan tanah berpasir dan produktivitas selada. Penelitian ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan, dan Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) melalui perbaikan kualitas lahan secara berkelanjutan.
Pages: 9-18Views: 60 Downloads: 26View All IssuesOptimalisasi Jarak Tanam dan Sistem Tanam Semangka (Citrullus vulgaris) untuk Mendukung Produktivitas Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan
Nurrachman Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, UNRAM Indonesia , Jayaputra Universitas Mataram IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jarak tanam dan sistem tanam terhadap pertumbuhan serta hasil semangka (Citrullus vulgaris). Percobaan dilaksanakan di lahan sawah Kelurahan Pagesangan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Juni–Agustus 2017 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor, yaitu jarak tanam (50 × 85 cm, 60 × 85 cm, 70 × 85 cm) dan sistem tanam (ajir dan tanpa ajir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman, jumlah daun, jumlah bunga jantan, berat buah, umur panen, dan diameter buah. Sistem tanam berpengaruh nyata terhadap diameter buah, dengan sistem tanpa ajir menghasilkan ukuran lebih besar. Interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman, jumlah daun, dan jumlah bunga jantan. Kombinasi jarak tanam 70 × 85 cm tanpa ajir memberikan hasil terbaik dengan panjang tanaman 145,33 cm, jumlah bunga jantan terbanyak, bobot buah 946 g, serta diameter buah terbesar (14,3 cm vertikal; 13,2 cm horizontal). Temuan ini menegaskan bahwa pengaturan jarak tanam lebar dan sistem tanam tanpa ajir merupakan strategi budidaya yang efektif untuk meningkatkan produktivitas semangka secara berkelanjutan.
Pages: 19-27Views: 36 Downloads: 44Kajian Serapan N dan Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir) yang Diberi Biochar Tempurung Kelapa dan Biourine
Lina Zahemi Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram Indonesia , Sukartono Sukartono Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram Indonesia , Suwardji Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram IndonesiaPenelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh biochar tempurung kelapa dan pupuk biourine sapi terhadap serapan nitrogen (N) serta pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan empat ulangan, mengamati parameter tinggi tanaman, berat kering berangkasan, berat akar, volume akar, serapan N jaringan, serta sifat kimia tanah. Hasil menunjukkan perlakuan kombinasi biochar 10 ton/ha dan biourine 50% memberikan serapan N tertinggi (144,1 mg/pot) dan pertumbuhan optimal (tinggi tanaman 52,03 cm, volume akar 7,60 ml, berat akar 25,02 g/pot, berat berangkasan kering 32,33 g/pot). Temuan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas kangkung, tetapi juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya ketahanan pangan (Tujuan 2) dan konsumsi-produksi berkelanjutan (Tujuan 12) melalui pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk ramah lingkungan.
Pages: 28-35Views: 91 Downloads: 37Pengelolaan Hama Terpadu dalam Perlindungan Tanaman: Sebuah Kajian Sejarah dan Studi Kasus di Indonesia
Amrul Jihadi Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram Indonesia , Anjar Pranggawan Azhari Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram IndonesiaPengelolaan Hama Terpadu (PHT) merupakan konsep dasar dalam perlindungan tanaman berkelanjutan untuk menjaga populasi hama di bawah ambang batas kerusakan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis. Di Indonesia, inisiatif partisipatif seperti Sekolah Lapangan PHT telah terbukti secara signifikan meningkatkan kompetensi teknis dan produktivitas petani pada beberapa komoditas seperti padi, kopi, lada, dan tanaman hortikultura lain. Meskipun terdapat berbagai keberhasilan lokal, adopsi menyeluruh secara masih terhambat oleh berbagai hambatan sosial-ekonomi. Hambatan ini mencakup tingginya biaya awal, ketiadaan premi harga pasar untuk produk ramah lingkungan, serta persepsi kuat bahwa PHT berisiko dan terlalu padat pengetahuan. Bukti empiris secara global menunjukkan bahwa implementasi PHT yang efektif dapat menurunkan penggunaan insektisida hingga 95%, sekaligus meningkatkan layanan ekosistem dan keanekaragaman hayati tanpa mengorbankan hasil panen. Untuk mengatasi tantangan kontemporer seperti perubahan iklim, masa depan PHT memerlukan integrasi menyeluruh antara ilmu ekologi dan kemajuan teknologi, seperti pertanian presisi dan pemantauan cerdas. Oleh karena itu, penguatan implementasi PHT secara strategis mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan (SDG 2), mendorong pola produksi pertanian yang bertanggung jawab (SDG 12), memperkuat resiliensi iklim (SDG 13), serta melestarikan ekosistem darat dan keanekaragaman hayati (SDG 15).
Pages: 36-44Views: 97 Downloads: 115Additional Menu
ISSN
Main Menu
Visitors and Counter
Information
Most Viewed
All Time
- Pengelolaan Hama Terpadu dalam Perlindungan Tanaman: Sebuah Kajian Sejarah dan Studi Kasus di Indonesia (97 views)
- Kajian Serapan N dan Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir) yang Diberi Biochar Tempurung Kelapa dan Biourine (91 views)
- Menanam Harapan: Revitalisasi Pulau Kecil Nusa Tenggara Barat melalui Kebun Buah Tangguh Iklim (74 views)
- Ketersediaan Nitrogen dan Fosfor Serta Respon Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa) Yang Diberi Biochar dan Pupuk Kandang di Tanah Berpasir (60 views)
- Optimalisasi Jarak Tanam dan Sistem Tanam Semangka (Citrullus vulgaris) untuk Mendukung Produktivitas Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan (36 views)
by Sangu Ilmu
Jl. IGST KT. Jelantik Gosa No. 14, Panaraga Selatan, Sapta Marga, Cakranegara, Kota Mataram-Indonesia













