Menanam Harapan: Revitalisasi Pulau Kecil Nusa Tenggara Barat melalui Kebun Buah Tangguh Iklim

Authors

  • Bambang Budi Santoso Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram Author

Keywords:

agroekologi, kebun buah, pulau kecil, SDGs, tangguh iklim

Abstract

Pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim, keterbatasan air, degradasi tanah, serta kerentanan terhadap bencana alam. Kondisi ini menurunkan produktivitas lahan dan memperlemah ketahanan pangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi revitalisasi pulau kecil melalui pengembangan kebun buah tangguh iklim yang berbasis pada varietas lokal adaptif dan pendekatan agroekologi. Metode penelitian menggunakan kajian deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder, pemetaan zonasi agroekologi, serta studi kasus Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun buah tangguh iklim mampu meningkatkan tutupan vegetasi, memperbaiki kesuburan tanah, serta menyediakan sumber pangan bergizi dan pendapatan tambahan bagi masyarakat. Selain itu, kebun buah berpotensi dikembangkan sebagai agrowisata edukatif dan UMKM berbasis olahan buah. Temuan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land). Kesimpulannya, kebun buah tangguh iklim dapat menjadi simbol “menanam harapan” bagi masa depan pulau kecil NTB yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Published

2026-03-25

How to Cite

Menanam Harapan: Revitalisasi Pulau Kecil Nusa Tenggara Barat melalui Kebun Buah Tangguh Iklim. (2026). Jurnal Interdisipliner SDGs Indonesia, 1(1), 1-8. https://jurnal.edutripper.com/index.php/jisi/article/view/17