Pengaruh Senam Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Darek Kecamatan Praya Barat Daya
Kata Kunci:
Diabetes melitus tipe II, senam diabetes, kadar gula darah, latihan fisik, SDGsAbstrak
Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia dan menjadi tantangan dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 yang menargetkan penurunan angka kematian akibat penyakit tidak menular. Latihan fisik seperti senam diabetes merupakan salah satu pilar penting dalam penatalaksanaan non-farmakologis untuk mengendalikan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Darek, Kecamatan Praya Barat Daya. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih secara total sampling. Intervensi berupa senam diabetes yang dilakukan tiga kali seminggu selama dua minggu. Kadar gula darah diukur menggunakan blood glucose test meter sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar gula darah sebelum senam sebesar 206,86 mg/dL (SD = 67,871) dan setelah senam menurun menjadi 168,47 mg/dL (SD = 51,980). Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan ρ value = 0,000 (<0,05). Temuan ini mengonfirmasi efektivitas latihan fisik teratur dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol glikemia, sejalan dengan upaya promotif-preventif untuk mencapai target SDGs. Disimpulkan bahwa senam diabetes berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah dan direkomendasikan sebagai intervensi berbasis masyarakat yang murah dan mudah untuk mendukung pengendalian penyakit tidak menular.