Capung: Penjaga Sungai dan Danau dari Pencemaran
Keywords:
bioindikator, kualitas air, ekologi perairan, edukasi lingkungan, ekowisataAbstract
Capung (Odonata) merupakan serangga yang memiliki peran penting dalam ekosistem perairan dan daratan. Siklus hidupnya yang bergantung pada fase larva di air menjadikan capung sensitif terhadap perubahan kualitas lingkungan, sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator alami. Artikel ilmiah populer ini membahas peran capung sebagai indikator kualitas air sungai dan danau, dengan menyoroti hasil-hasil penelitian ekologi perairan di Indonesia dan luar negeri. Keragaman capung terbukti menurun pada perairan yang tercemar limbah domestik maupun pertanian, sementara perairan dengan vegetasi riparian yang baik menunjukkan keanekaragaman lebih tinggi. Studi kasus di Nusa Tenggara Barat, khususnya kawasan wisata Air Terjun Kerta Gangga, memperlihatkan bahwa capung dapat menjadi simbol lokal yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan ekowisata dan edukasi masyarakat. Selain aspek ilmiah, artikel ini juga menekankan nilai budaya dan popularisasi capung sebagai “penjaga sungai dan danau” untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kebersihan perairan. Dengan pendekatan populer, capung tidak hanya dipandang sebagai serangga indah, tetapi juga sebagai ikon ekologis yang relevan bagi masyarakat luas dalam upaya pelestarian lingkungan.




