Strategi Kopi Lombok Bertahan di Era El Nino
Keywords:
adaptasi, agroforestri, Arabika, Robusta, pasca panen, perubahan iklimAbstract
Perubahan iklim dan fenomena El Nino menjadi tantangan besar bagi petani kopi di Nusa Tenggara Barat. Artikel ini membandingkan dua komoditas unggulan: Kopi Arabika Sembalun di ketinggian 1100–1400 mdpl dan Kopi Robusta Gangga di 500–900 mdpl. Arabika Sembalun memiliki nilai jual tinggi dengan cita rasa floral dan asam buah, namun rentan terhadap kekeringan dan suhu panas. Sebaliknya, Robusta Gangga yang menyumbang 383,66 ton produksi di KLU pada 2016, memiliki daya tahan lebih baik terhadap cuaca ekstrem dan perawatan lebih mudah. Tulisan ini menganalisis karakter, risiko, dan strategi adaptasi kedua varietas di era El Nino. Rekomendasi yang diberikan meliputi: pemilihan varietas sesuai ketinggian lahan, penerapan agroforestri dan konservasi air, serta peningkatan mutu melalui pasca panen. Dengan diversifikasi dan manajemen kebun yang tepat, petani kopi Lombok diharapkan tetap produktif dan berdaya saing meski iklim berubah.




